Beberapa istilah itu sering kali dipandang keliru, bahkan seringkali
salah. Wartawan dan jurnalis adalah profesi pencari berita; wartawan
dari bahasa Indonesia, sedangkan jurnalis adalah serapan bahasa asing
Dalam pendefinisian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), wartawan
berhubungan dengan kegiatan tulis-menulis, di antaranya mencari data
(riset, liputan, verifikasi) untuk melengkapi laporannya. Wartawan
dituntut objektif, berbeda dengan penulis atau kolomnis yang bisa
mengemukakan subjektivitasnya.
Menurut Wisnu Prasetya Utomo, tak ada perbedaan antara wartawan,
reporter, dan jurnalis. “Wartawan atau jurnalis artinya kan sama.
Reporter juga artinya sama, cuma biasanya tergantung kebijakan
masing-masing media. Misalnya, ada beberapa media pake istilah reporter
ya buat wartawan mereka yang turun ke lapangan,” tutur peneliti media di
Remotivi yang kerap disapa Wisnu ini.
Ia melanjutkan, reporter yang turun ke lapangan tersebut biasanya
ditugaskan oleh media tempat mereka bekerja hanya untuk mencari dan
mengirimkan data. “Nanti ada writer khusus yang nulis,” imbuh Wisnu.
Tak jauh
berbeda dengan media cetak, di media massa elektronik seperti televisi,
reporter adalah julukan bagi orang yang menulis berita. Begitulah
pernyataan Diaz Bela yang kini berprofesi sebagai reporter di salah satu
televisi swasta nasional. “Bagi yang sama-sama mencari berita tapi
lebih fokus di pengambilan gambar, julukannya campers (camera person, -red) atau video journalist
atau biasa disingkat VJ,” lanjutnya. Soal istilah wartawan atau
jurnalis, menurut Diaz, sapaan akrabnya, keduanya memiliki definisi yang
sama, yaitu pewarta berita.
Apapun
istilah yang digunakan, baik jurnalis, wartawan, ataupun reporter, itu
hanyalah istilah yang tak perlu dipusingkan. Seperti yang diungkap Wisnu
sebelumnya, semua tergantung pada kebijakan atau standar yang
diterapkan oleh masing-masing media. Kita hanya boleh pusing ketika
mereka tak mengabarkan berita sesuai fakta dan tak melayani kepentingan
umum. Mengapa kepentingan umum? Karena di sanalah loyalitas pertama
jurnalisme berada, yaitu kepada warga, masyarakat umum, dan bukan pada
kepentingan segelintir orang saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar