Struktur media
Nama Media :
Berdikari Post
Berdikari
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan “Berdiri di atas kaki sendiri” “Tidak
bergantung pada bantuan orang lain”. Jadi Berdikari Post merupakan Media yang independen
dengan konspesi nonblok atau netral. Dimana suguhan beritanya tidak menyudutkan
salah satu pihak maupun menguntungkan satu pihak.
Lambang Media
Struktural Redaksi
Struktur Perusahaan :
1. Pemimpin
Redaksi bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian
sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik SCH. Pemimpin Redaksi
menetapkan kebijakan dan mengawasi seluruh kegiatan redaksional. Ia bertindak
sebagai jendral ataua komandan.
2. Manager
produksi, Pimpinan pada saat produksi bertanggung jawab untuk memastikan bahwa
produk yang dibuat akan laku di pasaran, sekalipun aman dan layak edar.
3. Koordinator
Liputan, bertugas memantau dan mengagendakan jadwal berbagai acara, membuat
mekanisme kerja komunikasi antara redaktur dan reporter.
4. Redaktur,
bertanggung jawab terhadap mekanisme kerja redaksi sehari-hari, membuat
perencanaan isi untuk setiap penerbitan, dan mengedit naskah, data, judul, dan
foto para redaktur.
5. Reporter,
bertugas mencari dan mewawancarai sumber berita yang ditugaskan redaktur atau
atasan, menulis hasil wawancara, investasi, laporan kepada redaktur atau
atasannya.
Konsep Media
Media ini dibuat dengan latar belakang banyaknya media yang
pro kepada salah satu pihak, dan diharpakan bisa menjadi pelopor berita anti
hoax atau melebih lebihkan dalam menginformasikan berita.
Terbentuknya Media ini memiliki
sasaran pembaca, yaitu nmasyarakat umum agar mengetahui update terkini tentang
Perpolitikan.
Contoh Berita
Jakarta - Anggota DPRD Semarang
Fraksi PKS berinisial IM dipecat. IM santer diisukan selingkuh dengan salah
seorang kader Partai Gerindra.
Pemecatan IM dari DPRD Semarang
dibenarkan oleh Ketua DPW PKS Jateng Abdul Fikri Faqih. Abdul Fikri enggan
bicara soal kebenaran kabar perselingkuhan itu. Namun dia membenarkan isu
tersebut sudah santer terdengar.
"Nggak, karena...ya karena
ada berita, kemudian karena ada laporan, ya kita tetap mendalami. Artinya benar
atau tidaknya kita tidak tahu tetapi untuk supaya proses, apa namanya... kalau
ada berita begitu kan harus kita proses kan. Nah, itu benar atau tidaknya tentu
kita serahkan kepada lembaga partai yang, apakah itu BPDO atau mungkin Dewan
Syariah," kata Abdul saat dikonfirmasi, Rabu (31/10/2018).
"Tetapi untuk supaya tidak
mengganggu proses, maka kita mencopot dari beberapa jabatan. Dari pengurus dan sebagainya,"
imbuh dia.
Abdul menegaskan PKS Jateng
mengedepankan asas praduga tak bersalah terkait aduan terhadap IM.
"Sekali lagi tetap kita
menjaga, artinya kita tetap praduga tak bersalah. Cuma untuk tetap untuk
memperlancar temuannya ini mereka harus siap," jelasnya
Soal dugaan perselingkuhan antara
IM dengan politikus Gerindra yang disebut caleg, Abdul Fikri menegaskan dirinya
sama sekali tidak mengetahuinya. "Artinya tetap menjaga supaya... dia kan
punya keluarga ya, punya ini," ucap dia.
Sementara itu, Ketua DPP Gerindra
Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya belum mendengar informasi soal
perselingkuhan antara calegnya dengan IM. Riza juga menyebut sampai hari ini
Gerindra belum menerima laporan terkait skandal perselingkuhan.
Yang pasti, Riza menegaskan
pihaknya akan melakukan pengecekan.
"Oh calon, caleg. Saya belum
dengar beritanya. Sejauh ini yang tahu tidak ada peristiwa tersebut. Dan atas
informasi yang ada, kami akan melakukan pengecekan. Tapi sampai hari ini
setelah kami cek memang belum ada. Tapi kami akan mengulang pengecekan.
Mudah-mudahan tidak ada. Kita harapkan semua kader partai bisa menjaga
integritas," jelas Riza saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, hari
ini.



