Selasa, 30 Oktober 2018

UTS PIJ



Struktur media
Nama Media : Berdikari Post
               Berdikari menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan “Berdiri di atas kaki sendiri” “Tidak bergantung pada bantuan orang lain”. Jadi Berdikari Post merupakan Media yang independen dengan konspesi nonblok atau netral. Dimana suguhan beritanya tidak menyudutkan salah satu pihak maupun menguntungkan satu pihak.
 

Lambang Media
Struktural Redaksi

  Struktur Perusahaan :


 




1.      Pemimpin Redaksi bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik SCH. Pemimpin Redaksi menetapkan kebijakan dan mengawasi seluruh kegiatan redaksional. Ia bertindak sebagai jendral ataua komandan.

2.      Manager produksi, Pimpinan pada saat produksi bertanggung jawab untuk memastikan bahwa produk yang dibuat akan laku di pasaran, sekalipun aman dan layak edar.

3.      Koordinator Liputan, bertugas memantau dan mengagendakan jadwal berbagai acara, membuat mekanisme kerja komunikasi antara redaktur dan reporter.

4.      Redaktur, bertanggung jawab terhadap mekanisme kerja redaksi sehari-hari, membuat perencanaan isi untuk setiap penerbitan, dan mengedit naskah, data, judul, dan foto para redaktur.
5.      Reporter, bertugas mencari dan mewawancarai sumber berita yang ditugaskan redaktur atau atasan, menulis hasil wawancara, investasi, laporan kepada redaktur atau atasannya.
 

Konsep Media
Media ini dibuat  dengan latar belakang banyaknya media yang pro kepada salah satu pihak, dan diharpakan bisa menjadi pelopor berita anti hoax atau melebih lebihkan dalam menginformasikan berita.
Terbentuknya Media ini memiliki sasaran pembaca, yaitu nmasyarakat umum agar mengetahui update terkini tentang Perpolitikan.

Contoh Berita
Jakarta - Anggota DPRD Semarang Fraksi PKS berinisial IM dipecat. IM santer diisukan selingkuh dengan salah seorang kader Partai Gerindra.

Pemecatan IM dari DPRD Semarang dibenarkan oleh Ketua DPW PKS Jateng Abdul Fikri Faqih. Abdul Fikri enggan bicara soal kebenaran kabar perselingkuhan itu. Namun dia membenarkan isu tersebut sudah santer terdengar.

"Nggak, karena...ya karena ada berita, kemudian karena ada laporan, ya kita tetap mendalami. Artinya benar atau tidaknya kita tidak tahu tetapi untuk supaya proses, apa namanya... kalau ada berita begitu kan harus kita proses kan. Nah, itu benar atau tidaknya tentu kita serahkan kepada lembaga partai yang, apakah itu BPDO atau mungkin Dewan Syariah," kata Abdul saat dikonfirmasi, Rabu (31/10/2018).

"Tetapi untuk supaya tidak mengganggu proses, maka kita mencopot dari beberapa jabatan. Dari pengurus dan sebagainya," imbuh dia.
Abdul menegaskan PKS Jateng mengedepankan asas praduga tak bersalah terkait aduan terhadap IM.

"Sekali lagi tetap kita menjaga, artinya kita tetap praduga tak bersalah. Cuma untuk tetap untuk memperlancar temuannya ini mereka harus siap," jelasnya

Soal dugaan perselingkuhan antara IM dengan politikus Gerindra yang disebut caleg, Abdul Fikri menegaskan dirinya sama sekali tidak mengetahuinya. "Artinya tetap menjaga supaya... dia kan punya keluarga ya, punya ini," ucap dia.
Sementara itu, Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya belum mendengar informasi soal perselingkuhan antara calegnya dengan IM. Riza juga menyebut sampai hari ini Gerindra belum menerima laporan terkait skandal perselingkuhan.

Yang pasti, Riza menegaskan pihaknya akan melakukan pengecekan.

"Oh calon, caleg. Saya belum dengar beritanya. Sejauh ini yang tahu tidak ada peristiwa tersebut. Dan atas informasi yang ada, kami akan melakukan pengecekan. Tapi sampai hari ini setelah kami cek memang belum ada. Tapi kami akan mengulang pengecekan. Mudah-mudahan tidak ada. Kita harapkan semua kader partai bisa menjaga integritas," jelas Riza saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, hari ini.