Selasa, 17 November 2020

Pesan Dakwah Dalam Film Soekarno Tentang Ulil Amri

 

Pesan Dakwah Dalam Film Soekarno Tentang Ulil Amri

Berbicara mengenai sosok Soekarno dalam aktivitas pergerakan kemerdekaan Republik di sebuah medium yang bernama layar lebar bukanlah perkara gampang. Apalagi dalam sebuah film yang berdurasi kurang lebih 160 menit. Belum lagi mengingat penuturan sejarah yang seringkali berbenturan dengan subjektivitas oleh siapa yang berbicara dengan apa yang dibicarakan. Cerita film yang digarap oleh Hanung Bramantyo dan Ben Sihombing jelas terukur. Hal ini terlihat jelas dari pengambaran sosok Soekarno lengkap dengan kejadian-kejadian yang dianggap penting dalam proses kemerdekaan Indonesia. Itulah sebabnya cerita film ini lebih menitikberatkan pada sisi manusiawi Soekarno sampai pada proses pembacaan naskah proklamasi saja.

Film karya Hanung Bramantyo dengan judul Soekarno mengisahkan dengan ringkas dan cerdas fase-fase kisah kehidupan Sukarno Sang Proklamator. Soekarno kecil memiliki nama Kusno Sosrodiharjo, namun karena selalu sakit-sakitan maka sang ayah yang berlatar belakang Muslim dan Kejawen memutuskan untuk mengganti namanya melalui tradisi selamatan. Kemudian Kusno diganti namanya menjadi Soekarno.

Setiap film pasti mengandung pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh Sutradara kepada penikmatnya. Pesan-pesan tersebut biasanya menggambarkan kondisi dan situasi kehidupan. Hal ini terkait dengan film sebagai miniatur sebuah adegan dalam kehidupan nyata. Oleh karena itu, penulis akan memaparkan narasi yang berkaitan dengan ulil amri pada tokoh Soekarno. Scene Ulil Amri dalam film Soekarno sebagai berikut:

Scene 1 :

Terdengar sebuah lagu klasik, terlihat orang sedang tidur. Kemudian datang polisi Blanda dan mengetok-ngetok pintu rumah. Mendengar itu orangorang di dalam rumah panik dan menyembunyikan semua buku-buku maupun berkas-berkas penting.

Soejoedi : “Ada apa ini? Apa yang anda inginkan?”

Polisi : “Apa kabar tuan Soejoedi?”

Soejoedi : “Anda tidak bisa menggeledah rumah saya begitu saja, tanpa surat perintah resmi.”

Polisi : “Di mana Soekarno?”

Soejoedi : “Saya tidak tahu.”

Polisi : “Bohong! (sambil menggertak) Jika anda menyulitkan, akan saya tahan, tuan Soejoedi. Dimana Soekarno?”

Soekarno : “Saya Soekarno?” (Sambil keluar dari kamar)

Polisi : “Ir. Soekarno, atas nama Sri Ratu anda kami tangkap. Bawa dia. (menyuruh anak buahnya)

Kemudian polisi menangkap dan membawa Soekarno ke penjara

Scene 13 (Di Penjara)

Setelah ditangkap oleh polisi Belanda, kemudian Soekarno dibawa ke penjara Banceuy di Bandung.

Polisi : “Soekarno, masuk!” (Sambil memberikan baju tahanan)

Soekarno : “Apakah ada pakaian yang layak buat saya? Saya bukan pencuri.”

Polisi : “Pemberontak komunis seperti anda sama saja seperti pencuri, tuan.”

Soekarno : “Saya bukan komunis.”

Polisi : “Sama saja tettap maling.”

Scene 26 (Di jalan pasar)

Soekarno sedang naik sepeda, ia lewat dikeramaian pasar. Orang-orang yang melihatnya berteriak memanggil nama Soekarno.

Orang-orang : “Soekarno.” (Sambil melambaikan tangan)

Soekarno : “Selamat pagi.” (Sambil melambaikan tangan)


Pesan dakwah dalam Film Soekarno tentang Ulil Amri Yaitu :

1.     1. Jujur

Islam berkeyakinan bahwa dunia tidak akan menjadi aman dan makmur apabila kejujuran tidak ditegakkan dalam hubungan-hubungan kemanusiaan di segala bidang. Dunia luar baru akan percaya akan kejujuran pemimpin Islam apabila mereka mampu menegakkan kejujuran pada intern golonganya. Dalam film Soekarno ini digambarkan dalam beberapa scene, yaitu:

Scene 1

Pada scene ini menggambarkan Soekarno yang sedang keluar dari tempat persembunyianya ketika dicari oleh Polisi Belanda. Soekarno menyerahkan diri kepada Polisi Belanda walaupun pada awalnya teman-teman yang ada di rumah tuan Soejoedi tidak mengatakan keberadaan Soekarno.

Scene 13

Pada scene ini menggambarkan Soekarno baru sampai di penjara. Soekarno diberi baju tahanan oleh polisi yang berjaga. Namun Soekarno menolaknya karena merasa bahwa ia bukanlah seorang pencuri ataupun pemberontak. Namun karena kekuasaan dari polisi penjaga itu, akhirnya Soekarno dan teman-temanya memakai baju tahanan itu.

Terlihat Soekarno dibawa masuk kedalam penjara, Soekarno meminta agar dirinya tidak disamakan dengan seorang pencuri. Soekarno inginkan keadilah terhadap dirinya dan teman-temanya.

1.     2. Berwibawa dan Disegani Semua Golongan

Kepatuhan yang ditunjukan oleh umat kepada seorang pemimpin adalah karena kewibawaanya dalam memimpin umat, bukan kepatuhan karena adanya kekuatan memaksa dari pihak penguasa. Dalam film Soekarno ini digambarkan dalam beberapa scene, yaitu:

Scene 26

Pada scene ini menggambarkan sosok Soekarno yang berwibawa dan disegani oleh orang-orang. Terlihat ketika ia bersepede melewati jalan di tengah pasar, banyak orang-orang menyapanya dan mengacungkan tangganya.

Terlihat Soekarno sedang naik sepeda melewati jalan pasar. Orangorang yang melihatnya mengangkat tangan dan menteriakan nama Soekarno. Hal itu dikarenakan kewibawaan yang ada pada sosok Soekarno.


Pesan dakwah dalam film Soekarno tentang ulil amri adalah pesan dakwah yang berkaitan dengan akhlaq. Bahwasanya akhlaq seorang pemimpin mengacu pada karakter atau sifat seperti adanya sifat Adil dan jujur, Bijaksana dalam menghadapi masalah, Berpandangan luas serta tidak fanatik, Berjiwa integrasi, Wibawa dan disegani oleh semua golongan, Mementingkan kepentingan umat daripada kepentingan golongan. Namun dalam film Soekarno masih ada salah satu sifat yang tidak terpenuhi seperti tidak fanatik. Tokoh Soekarno masih terdapat sifat fanatik dalam adeganya.


Raymond Suryadi
1174020133
KPI 7 C

Rabu, 26 Desember 2018

Raymond Suryadi
Mahasiswa semester 3 kelas C jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.
Kesan dan Pesan
Kesan saya setelah mengikuti mata kuliah Jurnalisme Dakwah di semester3 ini sangat lah baik, karena selama saya mengikuti mata kuliah ini saya mendapatkan banyak sekali ilmu tentang penulisan, entah itu penulisan berita, opini, featuer tokoh, essai ataupun penulisan yang lainnya
Tugas-Tugas yang di berikan pun awalnya saya merasa terbebani, karena tugas tentang penulisan itu baru pertama kali dilakoni oleh saya dan harus dilakukan tiap minggunya. Namun dengan berjalannya waktu saya menjadi terbiasa dengan tugas-tugas yang diberikan. lalu dampak positif setelah mengikuti mata kuliah jurnalisme Dakwah yaitu saya belajar untuk disiplin waktu, sebab setiap tugas yang di berikan selalu diberi deadline untuk dikirim ke media cetak.

Karya yang sudah dibuat Selama Perkuliahan
Opini : Hukuman Yang Membuat Jera Para Koruptor (Republika)
            Menunggu Aatau Meminjam (Kompas)
            Cepat Tanggap Hidup di Negeri Ring Of Fire (Media Indonesia)
            Ringan Tangan Untuk Palu, Sigi, dan Donggala (Media Indonesia)
            Butuh Suport Dari Masyarakat Agar sistem Berjalan Lancar (Media Indonesia)
            Mengolah Sampah Menjadi Berkah (Media Indonesia)
Surat Pembaca : Kurangnya Bangku Kuliah di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung
Liputan masjid : 
2. DKM Al-Muhajirin fasilitasi Kegiatan Posyandu Bagi Masyarakat Sekitar Masjid
Essai   : Pengaruh Moderasi Islam Terhadap Perkembangan Terorisme
Resensi buku : KOMUNIKASI DAN POLISI

Selasa, 25 Desember 2018

Perbedaan Wartawan dan Jurnalis

Beberapa istilah itu sering kali dipandang keliru, bahkan seringkali salah. Wartawan dan jurnalis adalah profesi pencari berita; wartawan dari bahasa Indonesia, sedangkan jurnalis adalah serapan bahasa asing

Dalam pendefinisian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), wartawan berhubungan dengan kegiatan tulis-menulis, di antaranya mencari data (riset, liputan, verifikasi) untuk melengkapi laporannya. Wartawan dituntut objektif, berbeda dengan penulis atau kolomnis yang bisa mengemukakan subjektivitasnya.

Menurut Wisnu Prasetya Utomo, tak ada perbedaan antara wartawan, reporter, dan jurnalis. “Wartawan atau jurnalis artinya kan sama. Reporter juga artinya sama, cuma biasanya tergantung kebijakan masing-masing media. Misalnya, ada beberapa media pake istilah reporter ya buat wartawan mereka yang turun ke lapangan,” tutur peneliti media di Remotivi yang kerap disapa Wisnu ini.

Ia melanjutkan, reporter yang turun ke lapangan tersebut biasanya ditugaskan oleh media tempat mereka bekerja hanya untuk mencari dan mengirimkan data. “Nanti ada writer khusus yang nulis,” imbuh Wisnu.

Tak jauh berbeda dengan media cetak, di media massa elektronik seperti televisi, reporter adalah julukan bagi orang yang menulis berita. Begitulah pernyataan Diaz Bela yang kini berprofesi sebagai reporter di salah satu televisi swasta nasional. “Bagi yang sama-sama mencari berita tapi lebih fokus di pengambilan gambar, julukannya campers (camera person, -red) atau video journalist atau biasa disingkat VJ,” lanjutnya. Soal istilah wartawan atau jurnalis, menurut Diaz, sapaan akrabnya, keduanya memiliki definisi yang sama, yaitu pewarta berita.

Apapun istilah yang digunakan, baik jurnalis, wartawan, ataupun reporter, itu hanyalah istilah yang tak perlu dipusingkan. Seperti yang diungkap Wisnu sebelumnya, semua tergantung pada kebijakan atau standar yang diterapkan oleh masing-masing media. Kita hanya boleh pusing ketika mereka tak mengabarkan berita sesuai fakta dan tak melayani kepentingan umum. Mengapa kepentingan umum? Karena di sanalah loyalitas pertama jurnalisme berada, yaitu kepada warga, masyarakat umum, dan bukan pada kepentingan segelintir orang saja.

Selasa, 30 Oktober 2018

UTS PIJ



Struktur media
Nama Media : Berdikari Post
               Berdikari menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan “Berdiri di atas kaki sendiri” “Tidak bergantung pada bantuan orang lain”. Jadi Berdikari Post merupakan Media yang independen dengan konspesi nonblok atau netral. Dimana suguhan beritanya tidak menyudutkan salah satu pihak maupun menguntungkan satu pihak.
 

Lambang Media
Struktural Redaksi

  Struktur Perusahaan :


 




1.      Pemimpin Redaksi bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik SCH. Pemimpin Redaksi menetapkan kebijakan dan mengawasi seluruh kegiatan redaksional. Ia bertindak sebagai jendral ataua komandan.

2.      Manager produksi, Pimpinan pada saat produksi bertanggung jawab untuk memastikan bahwa produk yang dibuat akan laku di pasaran, sekalipun aman dan layak edar.

3.      Koordinator Liputan, bertugas memantau dan mengagendakan jadwal berbagai acara, membuat mekanisme kerja komunikasi antara redaktur dan reporter.

4.      Redaktur, bertanggung jawab terhadap mekanisme kerja redaksi sehari-hari, membuat perencanaan isi untuk setiap penerbitan, dan mengedit naskah, data, judul, dan foto para redaktur.
5.      Reporter, bertugas mencari dan mewawancarai sumber berita yang ditugaskan redaktur atau atasan, menulis hasil wawancara, investasi, laporan kepada redaktur atau atasannya.
 

Konsep Media
Media ini dibuat  dengan latar belakang banyaknya media yang pro kepada salah satu pihak, dan diharpakan bisa menjadi pelopor berita anti hoax atau melebih lebihkan dalam menginformasikan berita.
Terbentuknya Media ini memiliki sasaran pembaca, yaitu nmasyarakat umum agar mengetahui update terkini tentang Perpolitikan.

Contoh Berita
Jakarta - Anggota DPRD Semarang Fraksi PKS berinisial IM dipecat. IM santer diisukan selingkuh dengan salah seorang kader Partai Gerindra.

Pemecatan IM dari DPRD Semarang dibenarkan oleh Ketua DPW PKS Jateng Abdul Fikri Faqih. Abdul Fikri enggan bicara soal kebenaran kabar perselingkuhan itu. Namun dia membenarkan isu tersebut sudah santer terdengar.

"Nggak, karena...ya karena ada berita, kemudian karena ada laporan, ya kita tetap mendalami. Artinya benar atau tidaknya kita tidak tahu tetapi untuk supaya proses, apa namanya... kalau ada berita begitu kan harus kita proses kan. Nah, itu benar atau tidaknya tentu kita serahkan kepada lembaga partai yang, apakah itu BPDO atau mungkin Dewan Syariah," kata Abdul saat dikonfirmasi, Rabu (31/10/2018).

"Tetapi untuk supaya tidak mengganggu proses, maka kita mencopot dari beberapa jabatan. Dari pengurus dan sebagainya," imbuh dia.
Abdul menegaskan PKS Jateng mengedepankan asas praduga tak bersalah terkait aduan terhadap IM.

"Sekali lagi tetap kita menjaga, artinya kita tetap praduga tak bersalah. Cuma untuk tetap untuk memperlancar temuannya ini mereka harus siap," jelasnya

Soal dugaan perselingkuhan antara IM dengan politikus Gerindra yang disebut caleg, Abdul Fikri menegaskan dirinya sama sekali tidak mengetahuinya. "Artinya tetap menjaga supaya... dia kan punya keluarga ya, punya ini," ucap dia.
Sementara itu, Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya belum mendengar informasi soal perselingkuhan antara calegnya dengan IM. Riza juga menyebut sampai hari ini Gerindra belum menerima laporan terkait skandal perselingkuhan.

Yang pasti, Riza menegaskan pihaknya akan melakukan pengecekan.

"Oh calon, caleg. Saya belum dengar beritanya. Sejauh ini yang tahu tidak ada peristiwa tersebut. Dan atas informasi yang ada, kami akan melakukan pengecekan. Tapi sampai hari ini setelah kami cek memang belum ada. Tapi kami akan mengulang pengecekan. Mudah-mudahan tidak ada. Kita harapkan semua kader partai bisa menjaga integritas," jelas Riza saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, hari ini.